About


"KAMI HADIR UNTUK MENCIPTAKAN RASA AMAN, NYAMAN DAN BAHAGIA"

Wednesday, 4 February 2026

Kapolsek Tallo: Patroli Rutin Cegah Perpecahan, Awasi Anak dari Pergaulan Bebas



Makassar, 4 Februari 2026 – Personel Polsek Tallo, Makassar, dipimpin KA SPKT Aiptu Resmal Ramang, melaksanakan patroli pantau wilayah secara intensif pada Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini difokuskan pada area rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), dengan tujuan utama meningkatkan rasa aman dan kenyamanan warga setempat.

Patroli yang dimulai sejak pagi hari itu menjangkau berbagai titik rawan di wilayah hukum Polsek Tallo, termasuk permukiman padat penduduk, pasar tradisional, dan jalur-jalur strategis yang sering menjadi sasaran aksi kriminalitas. Personel tidak hanya memantau situasi keamanan, tetapi juga berinteraksi langsung dengan masyarakat. Dalam setiap kesempatan, petugas menyampaikan pesan-pesan kamtibmas yang edukatif dan preventif.

Salah satu himbauan utama yang disampaikan adalah agar warga tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu hoaks atau berita palsu yang berpotensi memicu perpecahan sosial. “Kami ingatkan masyarakat untuk bijak dalam menerima informasi, verifikasi dulu sebelum disebarkan,” ujar Aiptu Resmal Ramang saat ditemui di lokasi patroli.

Himbauan lain mencakup pengawasan ketat terhadap keluarga dan orang terdekat agar terhindar dari jerat peredaran narkoba. Personel menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anak agar tidak terjerumus ke pergaulan bebas, seperti nongkrong malam hari atau ikut kelompok yang merugikan. “Lindungi generasi muda dari pengaruh buruk, ajak mereka ke kegiatan positif,” tambahnya.

Selain itu, warga dihimbau untuk proaktif melaporkan segala bentuk gangguan kamtibmas. “Jika melihat hal mencurigakan, segera hubungi nomor darurat 110 atau datang langsung ke Polsek Tallo. Kami siap tanggap 24 jam,” pesan Aiptu Resmal.

Kapolsek Tallo AKP Asfada, SE, MH, menanggapi positif kegiatan ini. “Patroli pantau seperti ini adalah bagian dari strategi Polri untuk mendekatkan diri dengan masyarakat. Kami tidak hanya menjaga ketertiban, tapi juga membangun kepercayaan warga melalui himbauan langsung,” katanya kepada awak media.

AKP Asfada menambahkan bahwa wilayah Tallo sebagai kawasan urban di Makassar memang rawan berbagai ancaman, mulai dari tawuran antarwarga hingga penyalahgunaan narkoba. “Data tahun 2025 menunjukkan penurunan kasus berkat patroli rutin. Tahun ini, kami tingkatkan frekuensi untuk capai zero tolerance terhadap gangguan kamtibmas,” ungkapnya.

Kapolsek juga mengapresiasi respons masyarakat yang semakin baik. Banyak warga yang kini aktif melapor melalui aplikasi atau langsung ke posko. “Kolaborasi polisi dan masyarakat adalah kunci utama. Mari jaga Tallo tetap aman dan harmonis,” ajaknya.

Kegiatan patroli ini sejalan dengan program Polri “Masyarakat Aman, Indonesia Maju”. Di tengah dinamika sosial pasca-libur panjang, upaya preventif seperti ini diharapkan mencegah potensi konflik. Warga disarankan tetap waspada dan saling jaga.

Polsek Tallo berkomitmen terus hadir di masyarakat. Bagi informasi lebih lanjut, hubungi 110 atau kunjungi kantor Polsek Tallo di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar.

Tuesday, 3 February 2026

Bhabinkamtibmas Polsek Tallo kelurahan lembo Silaturahmi ke Warga Lembo, Ingatkan Jangan Terprovokasi Isu Perang Kelompok

Makassar, 3 Februari 2026 – Dalam upaya menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayahnya, Bhabinkamtibmas Polsek Tallo Kelurahan Lembo, Aiptu Bambang MS, melakukan silaturahmi ke rumah Ketua RW 02, Jumat (2/2/2026) malam pukul 20.00 WITA. Kegiatan ini dihadiri bersama tokoh agama setempat, bertujuan mempererat hubungan polisi dengan warga sekaligus menyampaikan pesan preventif terkait isu sensitif yang berpotensi memicu konflik.

Kehadiran Aiptu Bambang MS disambut hangat oleh warga Kelurahan Lembo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Rumah Ketua RW 02 menjadi lokasi pertemuan yang penuh keakraban. Selama silaturahmi, Aiptu Bambang menyampaikan pesan-pesan kamtibmas yang krusial, khususnya di tengah maraknya isu provokatif di media sosial. “Kepada seluruh warga, saya himbau agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang beredar. Hal ini bisa memicu perang kelompok antarwarga, yang justru merugikan semua pihak,” tegas Aiptu Bambang.

Ia menekankan peran aktif warga sebagai penengah dan pembatas. “Warga diharapkan menjadi garda terdepan dalam mencegah remaja terlibat tawuran. Dengan menjadi penengah, kita bisa mengurungkan niat buruk mereka sebelum terjadi kerugian materiil maupun jiwa bagi masyarakat sekitar,” lanjutnya. Pesan ini disambut anggukan setuju dari hadirin, yang mayoritas tokoh masyarakat dan warga setempat.

Tak hanya itu, silaturahmi ini juga menjadi ajang pencerahan spiritual dari tokoh agama. Beliau menyampaikan nasihat agama yang relevan, mengajak warga untuk selalu menjaga ukhuwah Islamiyah dan menghindari perpecahan. “Agama mengajarkan damai dan toleransi. Isu provokasi hanyalah ujian, dan kita harus bersatu menjaganya,” ungkap tokoh agama tersebut, yang membuat suasana semakin khidmat.

Kapolsek Tallo, AKP Asfada, SE, MH, menyambut positif kegiatan ini. Saat dikonfirmasi, ia menegaskan komitmen Polsek Tallo dalam pendekatan preventif. “Silaturahmi seperti ini adalah strategi Babinsa-Bhabinkamtibmas yang efektif. Kami harap warga Kelurahan Lembo terus menjadi mitra polisi dalam menjaga kamtibmas. Isu perang kelompok sering kali dimanfaatkan oknum untuk mengacaukan ketertiban. Dengan kerjasama, kita bisa wujudkan Lembo yang aman dan harmonis,” ujar AKP Asfada.

Kegiatan ini mencerminkan pendekatan humanis Polri dalam menangani potensi konflik sosial, terutama di kawasan urban seperti Tallo yang rawan isu remaja. Warga berharap silaturahmi serupa terus digelar secara rutin, memperkuat rasa aman dan persatuan. Polsek Tallo sendiri terus intensifkan patroli dan edukasi kamtibmas untuk antisipasi dini.

Diharapkan, pesan Aiptu Bambang dan tokoh agama ini menjadi perekat bagi masyarakat Lembo, mencegah eskalasi isu yang bisa merusak citra daerah. Ke depan, Polsek Tallo siap kolaborasi lebih lanjut dengan RW dan tokoh agama demi Makassar yang damai.


Monday, 2 February 2026

AKP Asfada Apresiasi: Dua Warga Tallo Berdamai Usai Problem Solving



Makassar, 02/02/2026 Polsek Tallo sukses mempertemukan dua warga yang bertikai melalui kegiatan Problem Solving di Posko Alaka, Kelurahan Bunga Eja Beru, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Mediasi yang digelar pada Minggu malam (1/2/2026) pukul 22.30 WITA itu berakhir dengan kesepakatan damai, mengakhiri perselisihan yang sempat memanas akibat kesalahpahaman.

Kedua belah pihak yang berselisih adalah Lk. Ismail, warga Jalan Kandea 3, dan Lk. Borneo, warga Jalan Tinumbu 128. Perselisihan mereka berawal dari masalah sepele yang berkembang menjadi ketegangan antarwarga. Berkat pendekatan mediasi preventif Polsek Tallo, keduanya akhirnya saling memaafkan dan berjanji tidak mengulangi perbuatan serupa.

Kapolsek Tallo, AKP Asfada, S.E, M.H, bertindak sebagai penanggung jawab utama kegiatan ini. Ia mengapresiasi kesediaan kedua warga untuk berdamai. “Kami bangga dengan hasil mediasi ini. Ini bukti bahwa Problem Solving efektif menyelesaikan konflik di tingkat akar rumput. Situasi selama giat berlangsung aman dan kondusif, tanpa gangguan dari pihak manapun,” ujar AKP Asfada saat ditemui usai kegiatan.

Turut hadir dalam mediasi tersebut Ketua RW 01 H. Makmur, Ketua RW 03 Syamsirullah, serta orang tua dari kedua belah pihak. Kehadiran tokoh masyarakat ini memperkuat proses dialog. Bhabinkamtibmas Kelurahan Bunga Eja Beru, Aipda Muh. Ilyas, memimpin langsung pendekatan lapangan. Sementara itu, Babinsa Kelurahan Bunga Eja Beru, Serka Rasdi, turut mengawal agar situasi tetap terkendali.

Aipda Muh. Ilyas menjelaskan kronologi singkat perselisihan. “Awalnya kesalahpahaman kecil, tapi cepat kami tangani melalui Problem Solving. Kami libatkan semua pihak agar ada pemahaman bersama. Hasilnya, mereka berjabat tangan dan saling meminta maaf di depan semua hadirin,” katanya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi Polsek Tallo dalam menjaga kamtibmas di wilayahnya. Problem Solving sendiri adalah program Polri yang menekankan penyelesaian masalah non-yudisial melalui musyawarah. Di Kelurahan Bunga Eja Beru, yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian nelayan dan pedagang, konflik antarwarga sering muncul dari isu batas lahan atau sengketa kecil. “Kami terus intensifkan pendekatan ini agar Makassar tetap harmonis,” tambah Ilyas.

H. Makmur, Ketua RW 01, juga menyambut baik hasil mediasi. “Alhamdulillah, warga kami sekarang akur lagi. Ini berkat kerjasama polisi, babinsa, dan tokoh masyarakat. Semoga tidak terulang,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, AKP Asfada menekankan pentingnya gotong royong. “Polsek Tallo siap jadi fasilitator kapan saja. Mari jaga keamanan bersama,” pesannya. Situasi pasca-mediasi dilaporkan kondusif, dengan warga sekitar mengapresiasi kecepatan penanganan polisi.

Kegiatan serupa diharapkan terus digelar untuk mencegah eskalasi konflik. Polsek Tallo berkomitmen hadir di masyarakat, bukan hanya saat ada masalah besar.