About


"KAMI HADIR UNTUK MENCIPTAKAN RASA AMAN, NYAMAN DAN BAHAGIA"

Tuesday, 24 February 2026

Kapolsek Tallo Dampingi Kombes Arya: Pesan Kamtibmas di Masjid Petta Ponggawa




Makassar, 24 Februari 2026 – Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, S.H., S.I.K., M.Si, didampingi pejabat utama (PJU) Polrestabes Makassar dan Kapolsek Tallo AKP Asfada, SE, MH, melaksanakan safari Ramadhan di Masjid Nurul Ittihaad, Jalan Petta Ponggawa, Kelurahan Kalukuang, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, pada Selasa (24/2/2026) malam pukul 19.30 WITA. Kegiatan ini menjadi momentum berharga untuk menyapa jamaah, menyampaikan pesan kamtibmas, serta mempererat hubungan Polri dengan masyarakat di bulan suci Ramadhan.


Dalam sambutannya, Kombes Arya Perdana membuka acara dengan salam hangat kepada warga yang hadir. Ia menekankan pentingnya kehati-hatian saat meninggalkan rumah selama berpuasa. “Jika meninggalkan rumah, pastikan semua pintu dan jendela terkunci rapat. Saklar serta colokan listrik dipastikan dalam keadaan off atau mati, agar terhindar dari risiko kebakaran,” pesan Kapolrestabes Makassar ini dengan tegas. Pesan sederhana ini disambut anggukan setuju dari para jamaah, mengingatkan betapa rawannya musim kemarau yang rentan memicu insiden kebakaran.


Lebih lanjut, Kombes Arya menyampaikan permohonan maaf atas nama Kepolisian Republik Indonesia (Polri). “Organisasi sebesar Polri dengan 480.000 personel di seluruh Indonesia tidak mungkin semuanya bisa hadir di setiap tempat. Namun, kami berupaya sekuat tenaga untuk menjaga keamanan dan kesejahteraan Bapak-Ibu sekalian,” ujarnya. Ia menegaskan komitmen Polri dalam melayani masyarakat, terutama mereka yang datang ke kantor polisi dengan berbagai kebutuhan.


Dengan nada penuh empati, Kapolrestabes menjelaskan bahwa pengunjung kantor polisi biasanya adalah “orang susah”. “Bukan susah ekonominya, tapi susah karena baru dipukul, motor dicuri, handphone hilang, dompet raib, atau butuh SKCK dan SIM. Orang susah jangan dibuat tambah susah, harus dibantu,” tegasnya. Ia mengingatkan anggotanya bahwa seragam cokelat ini hanya sementara. “Pakai baju ini enggak lama, Bapak-Ibu. Saya sampaikan ke anggota: pertanggungjawabkan baju ini dengan baik. Terima masyarakat dengan ramah, layani dengan ikhlas, fasilitasi semaksimal mungkin.”


Kombes Arya juga mengakui adanya ketakutan masyarakat terhadap polisi. “Kadang warga takut ke kantor polisi karena gedungnya besar, ada penjagaan, lalu mikir macam-macam: jangan-jangan jadi tersangka atau dimintai uang. Saya sudah pesan ke anggota di Polres maupun Polsek: kalau masyarakat datang untuk urusan baik atau ada masalah, sampaikan saja. Insya Allah kami bantu dan selesaikan. Jangan ragu!” ajaknya.


Ia pun membuka pintu pengawasan internal. “Mohon kalau ada anggota kami yang melanggar atau berbuat nakal, laporkan ke kami. Biar kami tindak dan hukum, supaya tidak ada lagi Polri yang melakukan kejahatan.” Penutup sambutannya penuh khidmat: “Mohon maaf kalau ada kalimat kurang berkenan, kami datang dari Allah SWT. Wabilillahi taufiq wal hidayah. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.”


Kegiatan safari Ramadhan ini tidak hanya menyampaikan pesan keamanan, tapi juga membangun kepercayaan publik terhadap Polri. Warga Kelurahan Kalukuang menyambut antusias, berharap sinergi ini terus terjaga menjelang Ramadhan 1447 H. AKP Asfada menambahkan bahwa Polsek Tallo siap 24 jam melayani masyarakat, termasuk patroli pengamanan masjid dan pasar takbiran.


Safari Ramadhan seperti ini menjadi tradisi Polri untuk mendekatkan diri ke masyarakat, sekaligus mencegah kriminalitas di bulan puasa. Dengan pesan humanis dari Kombes Arya, diharapkan warga Tallo semakin sadar akan pentingnya kewaspadaan dan kerjasama dengan polisi.

Monday, 9 February 2026

Bhabinkamtibmas Polsek Tallo Tak Kenal Lelah Beri Penyuluhan Humanis di Kelurahan Buloa, Warga Merasa Aman


Makassar, 09 Februari 2026 – Dalam upaya menciptakan rasa aman bagi masyarakat, Bhabinkamtibmas Polsek Tallo untuk Kelurahan Buloa, Aipda Arsyad, terus menunjukkan dedikasinya tanpa lelah. Pada Minggu (9/2/2026) malam hingga larut, petugas ini turun langsung ke lapangan, menyapa remaja dan warga yang nongkrong di pinggir jalan. Kegiatan penyuluhan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) dilakukan secara humanis, menekankan pesan-pesan preventif agar wilayah tetap kondusif.

Aipda Arsyad dikenal eksis di wilayah binaannya. Meski jam sudah menunjukkan pukul 22.00 WIB lebih, ia tak segan mendatangi kelompok remaja yang berkumpul di sekitar Jalan Buloa Raya. Dengan pendekatan ramah, ia menyampaikan bahaya nongkrong larut malam, seperti rawan premanisme, kecelakaan lalu lintas, dan pengaruh buruk narkoba. “Kita bukan mau marah atau razia, tapi ingin kalian sadar. Pulang lebih awal, jaga kesehatan, dan hindari hal negatif. Polisi ada untuk melindungi, bukan mengancam,” ujar Aipda Arsyad saat ditemui di lokasi.

Kegiatan ini bagian dari program rutin Polsek Tallo untuk mendekatkan diri dengan masyarakat. Selain remaja, Aipda Arsyad juga berbincang dengan warga dewasa yang sedang bersantai. Ia membagikan tips sederhana seperti melaporkan aktivitas mencurigakan bisa menghubungi Aipda Arsyad langsung atau via 110, serta pentingnya ronda malam. Respons warga positif; seorang remaja bernama Andi (17) mengaku terkesan. “Biasanya kami takut polisi, tapi Mas Arsyad beda. Dia cerita seperti kakak, bukan bawel,” katanya sambil tersenyum.

Kapolsek Tallo, AKP Asfada, SE, MH, mengapresiasi kinerja bawahannya. “Aipda Arsyad adalah contoh bhayangkara teladan. Pendekatan humanis seperti ini efektif membangun kepercayaan masyarakat. Kami akan terus intensifkan penyuluhan di semua kelurahan, termasuk Buloa, untuk ciptakan Makassar aman dan tertib,” tegas AKP Asfada.

Data Polsek Tallo menunjukkan penurunan kasus kriminalitas di Kelurahan Buloa sebesar 15% sejak awal 2026. Ini tak lepas dari sinergi polisi-warga. Penyuluhan malam hari seperti ini juga selaras dengan instruksi Kapolrestabes Makassar untuk cegah kenakalan remaja, khususnya di wilayah pinggiran kota.

Masyarakat Kelurahan Buloa berharap kegiatan serupa terus berlanjut. “Dengan polisi seperti ini, kami merasa aman. Semoga tak hanya malam, tapi siang hari juga,” imbuh Ibu Sari, warga setempat.

Polsek Tallo mengajak masyarakat aktif ikut menjaga kamtibmas. Laporkan jika ada indikasi bahaya melalui nomor darurat 110 atau datang langsung melaporkan ke Polsek Tallo. Bersama, kita wujudkan Makassar bebas kriminal.


Friday, 6 February 2026

Polsek Tallo Patroli Jalan Kaki di Lorong Rawan Gangguan kamtibmas


Makassar – Personel Polsek Tallo menyusuri lorong-lorong sempit di Sapiria, Borta, dan Lorong 2 Suangga, Jumat (6/2). Patroli jalan kaki ini dipimpin langsung Kapolsek Tallo AKP Asfada SE MH, didampingi Kanit Samapta AKP Iwanto HM, bersama sejumlah RT/RW setempat.

Kegiatan dimulai pukul 19.00 WITA dari Posko Sapiria. Sebanyak 12 personel berjalan kaki melintasi jalan setapak berbatu, melewati warung kopi ramai, hingga gang-gang yang jarang dilalui kendaraan. Di setiap pos, mereka berbincang dengan warga sambil menyampaikan himbauan kamtibmas.

Tujuan utama patroli ini empatfold. Pertama, mengantisipasi gangguan ketertiban umum dan masyarakat. Kedua, mempererat silaturahmi polisi-warga. Ketiga, memberikan edukasi pencegahan kriminalitas. Keempat, mengajak RT/RW saling mengenal antarwilayah agar membentuk jaringan keamanan lintas lingkungan.

“Kami tidak hanya patroli untuk mengawasi, tapi membangun kepercayaan. RT/RW adalah mata kami di lapangan,” kata AKP Asfada kepada warga di persimpangan Borta. Ia menekankan pentingnya laporan dini melalui nomor 110.

Di Lorong 2 Suangga, patroli berhenti di balai RW. Ketua RW 04, menyambut rombongan. “Patroli seperti ini membuat warga tenang. Kami sering koordinasi soal anak muda yang suka nongkrong malam,” ujarnya. Personel membagikan brosur pencegahan narkoba dan tawuran.

Kapolsek menyoroti dinamika wilayah Tallo yang berdekatan dengan pelabuhan dan permukiman padat. “Sapiria dan Borta rawan konflik kecil antarwarga. Silaturahmi ini mencegah eskalasi,” tambahnya. AKP Iwanto HM menambahkan bahwa patroli rutin akan ditingkatkan menjelang bulan puasa.

Strategi ini sejalan dengan arahan Kapolrestabes Makassar Kombes Pol. Arya Perdana, S.H., S.I.K., M.Si. Pada Januari lalu, Polsek Tallo telah menangani 27 laporan gangguan kamtibmas, mayoritas pencurian, penganiayaan dan KDRT. Patroli jalan kaki terbukti efektif menurunkan angka insiden 15 persen.

Warga Sapiria, Amina (42), mengaku merasa lebih aman. “Dulu jarang lihat polisi masuk lorong. Sekarang rutin, kami berani lapor langsung,” katanya sambil menawarkan kopi.

Polsek Tallo akan menambah intensitas patroli serupa. Masyarakat diminta aktif melapor via 110 atau datang ke kantor di Jalan Gatot subroto No 12. Upaya preventif ini diharapkan menjaga Tallo tetap kondusif menjelang momentum keagamaan.

Thursday, 5 February 2026

Tragedi Tawuran Mematikan di Makassar: Satu Jiwa Tewas Ditembak Anak Panah, Polisi Jerat Pasal Pembunuhan Berencana




Makassar, 5 Februari 2026 – Sebuah tawuran antarwarga di Jalan Al-Markaz, depan SD Baraya II, Kelurahan Lembo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, berujung tragis. Korban bernama Basir alias Cambo (42), buruh harian lepas asal Jalan Tinumbu Lrg 2, tewas seketika setelah ditembak anak panah tepat di dada sebelah kiri. Insiden ini terjadi pada Jumat, 30 Januari 2026, sekitar pukul 15.00 WITA, dan kini polisi telah mengamankan tiga pelaku dengan ancaman hukuman berat hingga pidana mati.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol. Arya Perdana, S.H., S.I.K., M.Si., menyampaikan konferensi pers pada Kamis (5/2/2026) siang ini. Dalam keterangannya, Kapolres menegaskan bahwa pihaknya serius menangani kasus ini sebagai pembunuhan berencana. “Kami tidak akan kompromi dengan tindak kekerasan yang merenggut nyawa warga,” tegasnya.

Kronologi Lengkap Kejadian Berdarah

Menurut rekonstruksi polisi, konflik bermula dari provokasi sederhana yang berujung kekerasan mematikan. Pada pukul 15.00 WITA, 30 Januari 2026, sekelompok warga Sapiria dari jarak jauh melambai-lambaikan tangan, mengajak tawuran warga Layang. Ajakan ini langsung direspons oleh delapan orang warga Layang yang mendatangi rombongan Sapiria berjumlah sekitar 30 orang.

Para pelaku membawa senjata tajam berupa anak panah lengkap dengan busur dan ketapel. Bentrokan tak terhindarkan terjadi di depan SD Baraya II, lokasi ramai yang rawan anak-anak. Kedua kelompok saling tembak anak panah. Salah satu pelaku, Lk. IS bin RM alias MI (18), berdiri berhadapan langsung dengan korban Basir dalam jarak hanya enam meter. Dengan sengaja, pelaku melepaskan anak panah yang mengenai dada kiri Basir, menyebabkan korban meninggal di tempat akibat luka tembus fatal.

“Saksi mata melihat jelas bagaimana pelaku merencanakan serangan. Ini bukan tawuran spontan, melainkan disengaja,” ujar Kapolres Arya Perdana. Tim medis dari RS terdekat langsung membawa korban, tapi nyawa Basir tak bisa diselamatkan. Lokasi kejadian segera dikepung polisi Polsek Tallo untuk evakuasi dan olah TKP.

Identitas Korban dan Pelaku

Korban Basir alias Cambo adalah tulang punggung keluarga. Pria 42 tahun ini bekerja sebagai buruh harian lepas di kawasan Tallo. Tinggal di Jalan Tinumbu Lrg 2, Kelurahan Lembo, ia dikenal sebagai warga biasa yang tak terlibat kriminalitas sebelumnya. Keluarganya kini berduka, meninggalkan istri dan anak-anak yang bergantung padanya.

Tiga pelaku yang ditetapkan tersangka adalah:

Lk. IS bin RM alias MI (18), buruh harian lepas, alamat Jalan Bunga Eja Beru Lr 15 RT 003 RW 001, Kelurahan Bunga Eja Beru, Kecamatan Tallo.

Lk. MN bin MR (19), pengangguran, alamat Jalan Kandea III Lrg 15 RT 003 RW 001, Kelurahan Bunga Eja Beru, Kecamatan Tallo.

Lk. Mt bin MA alias Ps (18), buruh harian lepas, alamat Jalan Tinumbu Lrg 132 No.06 RT 001 RW 002, Kelurahan Tabaringan Ujung Tanah Beru, Kecamatan Tallo.

Ketiganya kini ditahan di Mapolrestabes Makassar untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga menyita barang bukti berupa busur, ketapel, dan anak panah.

Penerapan Pasal Hukum yang Menjerat Pelaku

Polrestabes Makassar menerapkan pasal berat untuk memastikan keadilan. Pelaku dijerat Pasal 459 KUHPidana tentang pembunuhan berencana, Pasal 458 ayat (1) KUHPidana tentang pembunuhan atau penganiayaan yang menyebabkan kematian, serta Pasal 466 ayat (3) KUHPidana. Selain itu, ada Pasal 307 ayat (1) UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait penguasaan ilegal senjata penusuk tanpa hak.

Ancaman hukumannya mengerikan: pidana mati, seumur hidup, atau maksimal 20 tahun penjara untuk pembunuhan berencana; hingga 15 tahun untuk penganiayaan mematikan; serta tujuh tahun untuk kepemilikan senjata tajam. “Hukum ini akan ditegakkan tanpa pandang bulu,” tegas Kapolres.

Dasar penetapan tersangka meliputi tiga Laporan Polisi (LP): LP/B/30/I/2026/SPKT/Polsek Tallo tanggal 30 Januari 2026; LP/A/04/I/2026/SPKT/Polsek Tallo tanggal 1 Februari 2026; serta LP/A/05/I/2026/SPKT/Polsek Tallo tanggal 1 Februari 2026. Semua di bawah naungan Restabes Makassar dan Polda Sulsel.

Motif di Balik Kekerasan: Ketersinggungan Kecil yang Membesar

Polisi mengungkap motif utama adalah ketersinggungan. Konflik antarwarga Sapiria dan Layang ini bukan yang pertama. Wilayah Tallo, khususnya Kelurahan Lembo dan Bunga Eja Beru, memang rawan gesekan sosial antarkelompok warga. Tawuran sering dipicu isu sepele seperti perselisihan lahan, ego kelompok, atau balas dendam lama.

Data Polrestabes Makassar mencatat, sepanjang 2025, ada 47 kasus tawuran di Kota Makassar dengan 12 korban jiwa. Tren ini naik 20% dari tahun sebelumnya, mayoritas melibatkan pemuda usia 18-25 tahun. “Ketersinggungan kecil bisa jadi bom waktu jika tak dilerai sejak dini,” kata Kapolres Arya Perdana.

Upaya Polisi Cegah Kekerasan Berulang

Konferensi pers ini bukan sekadar informasi, tapi juga peringatan. Polrestabes Makassar telah intensifkan patroli di wilayah rawan seperti Tallo. Program “Kapolsek Mengaji” dan dialog antarwarga Sapiria-Layang digelar untuk redam konflik. Kapolres mengajak masyarakat laporkan dini potensi tawuran via WhatsApp 110 atau aplikasi Patroli.

Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Sosial juga siapkan bantuan untuk keluarga korban. “Kami koordinasi dengan tokoh masyarakat untuk mediasi. Jangan biarkan tawuran hancurkan generasi muda,” imbau Kapolres.

Insiden ini menggugah kesadaran kolektif. Di era media sosial, video tawuran cepat viral, memicu imitasi. Polisi imbau netizen bijak bagikan konten, hindari provokasi online.

Dampak Sosial dan Pelajaran Berharga

Tragedi di depan SD Baraya II ini ironis. Lokasi dekat sekolah seharusnya aman, tapi jadi saksi bisu kekerasan. Anak-anak di Kelurahan Lembo kini trauma, orang tua khawatir. Ekonomis, kehilangan Basir berarti beban tambah bagi keluarga miskin urban.

Kasus ini mirip tragedi tawuran Bugis-Makassar tahun lalu di Manggala, di mana senjata rakitan tewaskan dua nyawa. Polisi harap putusan pengadilan jadi efek jera. Masyarakat Tallo, yang mayoritas buruh lepas dan pengangguran, butuh program pemberdayaan ekonomi agar pemuda tak terjerumus tawuran.

Polrestabes Makassar terus update perkembangan kasus. Pantau situs resmi polri.go.id atau akun Instagram @polrestabesmakassar untuk info terkini. Mari jaga Makassar aman, cegah tawuran demi generasi masa depan.

Wednesday, 4 February 2026

Kapolsek Tallo: Patroli Rutin Cegah Perpecahan, Awasi Anak dari Pergaulan Bebas



Makassar, 4 Februari 2026 – Personel Polsek Tallo, Makassar, dipimpin KA SPKT Aiptu Resmal Ramang, melaksanakan patroli pantau wilayah secara intensif pada Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini difokuskan pada area rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), dengan tujuan utama meningkatkan rasa aman dan kenyamanan warga setempat.

Patroli yang dimulai sejak pagi hari itu menjangkau berbagai titik rawan di wilayah hukum Polsek Tallo, termasuk permukiman padat penduduk, pasar tradisional, dan jalur-jalur strategis yang sering menjadi sasaran aksi kriminalitas. Personel tidak hanya memantau situasi keamanan, tetapi juga berinteraksi langsung dengan masyarakat. Dalam setiap kesempatan, petugas menyampaikan pesan-pesan kamtibmas yang edukatif dan preventif.

Salah satu himbauan utama yang disampaikan adalah agar warga tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu hoaks atau berita palsu yang berpotensi memicu perpecahan sosial. “Kami ingatkan masyarakat untuk bijak dalam menerima informasi, verifikasi dulu sebelum disebarkan,” ujar Aiptu Resmal Ramang saat ditemui di lokasi patroli.

Himbauan lain mencakup pengawasan ketat terhadap keluarga dan orang terdekat agar terhindar dari jerat peredaran narkoba. Personel menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anak agar tidak terjerumus ke pergaulan bebas, seperti nongkrong malam hari atau ikut kelompok yang merugikan. “Lindungi generasi muda dari pengaruh buruk, ajak mereka ke kegiatan positif,” tambahnya.

Selain itu, warga dihimbau untuk proaktif melaporkan segala bentuk gangguan kamtibmas. “Jika melihat hal mencurigakan, segera hubungi nomor darurat 110 atau datang langsung ke Polsek Tallo. Kami siap tanggap 24 jam,” pesan Aiptu Resmal.

Kapolsek Tallo AKP Asfada, SE, MH, menanggapi positif kegiatan ini. “Patroli pantau seperti ini adalah bagian dari strategi Polri untuk mendekatkan diri dengan masyarakat. Kami tidak hanya menjaga ketertiban, tapi juga membangun kepercayaan warga melalui himbauan langsung,” katanya kepada awak media.

AKP Asfada menambahkan bahwa wilayah Tallo sebagai kawasan urban di Makassar memang rawan berbagai ancaman, mulai dari tawuran antarwarga hingga penyalahgunaan narkoba. “Data tahun 2025 menunjukkan penurunan kasus berkat patroli rutin. Tahun ini, kami tingkatkan frekuensi untuk capai zero tolerance terhadap gangguan kamtibmas,” ungkapnya.

Kapolsek juga mengapresiasi respons masyarakat yang semakin baik. Banyak warga yang kini aktif melapor melalui aplikasi atau langsung ke posko. “Kolaborasi polisi dan masyarakat adalah kunci utama. Mari jaga Tallo tetap aman dan harmonis,” ajaknya.

Kegiatan patroli ini sejalan dengan program Polri “Masyarakat Aman, Indonesia Maju”. Di tengah dinamika sosial pasca-libur panjang, upaya preventif seperti ini diharapkan mencegah potensi konflik. Warga disarankan tetap waspada dan saling jaga.

Polsek Tallo berkomitmen terus hadir di masyarakat. Bagi informasi lebih lanjut, hubungi 110 atau kunjungi kantor Polsek Tallo di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar.

Tuesday, 3 February 2026

Bhabinkamtibmas Polsek Tallo kelurahan lembo Silaturahmi ke Warga Lembo, Ingatkan Jangan Terprovokasi Isu Perang Kelompok

Makassar, 3 Februari 2026 – Dalam upaya menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayahnya, Bhabinkamtibmas Polsek Tallo Kelurahan Lembo, Aiptu Bambang MS, melakukan silaturahmi ke rumah Ketua RW 02, Jumat (2/2/2026) malam pukul 20.00 WITA. Kegiatan ini dihadiri bersama tokoh agama setempat, bertujuan mempererat hubungan polisi dengan warga sekaligus menyampaikan pesan preventif terkait isu sensitif yang berpotensi memicu konflik.

Kehadiran Aiptu Bambang MS disambut hangat oleh warga Kelurahan Lembo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Rumah Ketua RW 02 menjadi lokasi pertemuan yang penuh keakraban. Selama silaturahmi, Aiptu Bambang menyampaikan pesan-pesan kamtibmas yang krusial, khususnya di tengah maraknya isu provokatif di media sosial. “Kepada seluruh warga, saya himbau agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang beredar. Hal ini bisa memicu perang kelompok antarwarga, yang justru merugikan semua pihak,” tegas Aiptu Bambang.

Ia menekankan peran aktif warga sebagai penengah dan pembatas. “Warga diharapkan menjadi garda terdepan dalam mencegah remaja terlibat tawuran. Dengan menjadi penengah, kita bisa mengurungkan niat buruk mereka sebelum terjadi kerugian materiil maupun jiwa bagi masyarakat sekitar,” lanjutnya. Pesan ini disambut anggukan setuju dari hadirin, yang mayoritas tokoh masyarakat dan warga setempat.

Tak hanya itu, silaturahmi ini juga menjadi ajang pencerahan spiritual dari tokoh agama. Beliau menyampaikan nasihat agama yang relevan, mengajak warga untuk selalu menjaga ukhuwah Islamiyah dan menghindari perpecahan. “Agama mengajarkan damai dan toleransi. Isu provokasi hanyalah ujian, dan kita harus bersatu menjaganya,” ungkap tokoh agama tersebut, yang membuat suasana semakin khidmat.

Kapolsek Tallo, AKP Asfada, SE, MH, menyambut positif kegiatan ini. Saat dikonfirmasi, ia menegaskan komitmen Polsek Tallo dalam pendekatan preventif. “Silaturahmi seperti ini adalah strategi Babinsa-Bhabinkamtibmas yang efektif. Kami harap warga Kelurahan Lembo terus menjadi mitra polisi dalam menjaga kamtibmas. Isu perang kelompok sering kali dimanfaatkan oknum untuk mengacaukan ketertiban. Dengan kerjasama, kita bisa wujudkan Lembo yang aman dan harmonis,” ujar AKP Asfada.

Kegiatan ini mencerminkan pendekatan humanis Polri dalam menangani potensi konflik sosial, terutama di kawasan urban seperti Tallo yang rawan isu remaja. Warga berharap silaturahmi serupa terus digelar secara rutin, memperkuat rasa aman dan persatuan. Polsek Tallo sendiri terus intensifkan patroli dan edukasi kamtibmas untuk antisipasi dini.

Diharapkan, pesan Aiptu Bambang dan tokoh agama ini menjadi perekat bagi masyarakat Lembo, mencegah eskalasi isu yang bisa merusak citra daerah. Ke depan, Polsek Tallo siap kolaborasi lebih lanjut dengan RW dan tokoh agama demi Makassar yang damai.


Monday, 2 February 2026

AKP Asfada Apresiasi: Dua Warga Tallo Berdamai Usai Problem Solving



Makassar, 02/02/2026 Polsek Tallo sukses mempertemukan dua warga yang bertikai melalui kegiatan Problem Solving di Posko Alaka, Kelurahan Bunga Eja Beru, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Mediasi yang digelar pada Minggu malam (1/2/2026) pukul 22.30 WITA itu berakhir dengan kesepakatan damai, mengakhiri perselisihan yang sempat memanas akibat kesalahpahaman.

Kedua belah pihak yang berselisih adalah Lk. Ismail, warga Jalan Kandea 3, dan Lk. Borneo, warga Jalan Tinumbu 128. Perselisihan mereka berawal dari masalah sepele yang berkembang menjadi ketegangan antarwarga. Berkat pendekatan mediasi preventif Polsek Tallo, keduanya akhirnya saling memaafkan dan berjanji tidak mengulangi perbuatan serupa.

Kapolsek Tallo, AKP Asfada, S.E, M.H, bertindak sebagai penanggung jawab utama kegiatan ini. Ia mengapresiasi kesediaan kedua warga untuk berdamai. “Kami bangga dengan hasil mediasi ini. Ini bukti bahwa Problem Solving efektif menyelesaikan konflik di tingkat akar rumput. Situasi selama giat berlangsung aman dan kondusif, tanpa gangguan dari pihak manapun,” ujar AKP Asfada saat ditemui usai kegiatan.

Turut hadir dalam mediasi tersebut Ketua RW 01 H. Makmur, Ketua RW 03 Syamsirullah, serta orang tua dari kedua belah pihak. Kehadiran tokoh masyarakat ini memperkuat proses dialog. Bhabinkamtibmas Kelurahan Bunga Eja Beru, Aipda Muh. Ilyas, memimpin langsung pendekatan lapangan. Sementara itu, Babinsa Kelurahan Bunga Eja Beru, Serka Rasdi, turut mengawal agar situasi tetap terkendali.

Aipda Muh. Ilyas menjelaskan kronologi singkat perselisihan. “Awalnya kesalahpahaman kecil, tapi cepat kami tangani melalui Problem Solving. Kami libatkan semua pihak agar ada pemahaman bersama. Hasilnya, mereka berjabat tangan dan saling meminta maaf di depan semua hadirin,” katanya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi Polsek Tallo dalam menjaga kamtibmas di wilayahnya. Problem Solving sendiri adalah program Polri yang menekankan penyelesaian masalah non-yudisial melalui musyawarah. Di Kelurahan Bunga Eja Beru, yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian nelayan dan pedagang, konflik antarwarga sering muncul dari isu batas lahan atau sengketa kecil. “Kami terus intensifkan pendekatan ini agar Makassar tetap harmonis,” tambah Ilyas.

H. Makmur, Ketua RW 01, juga menyambut baik hasil mediasi. “Alhamdulillah, warga kami sekarang akur lagi. Ini berkat kerjasama polisi, babinsa, dan tokoh masyarakat. Semoga tidak terulang,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, AKP Asfada menekankan pentingnya gotong royong. “Polsek Tallo siap jadi fasilitator kapan saja. Mari jaga keamanan bersama,” pesannya. Situasi pasca-mediasi dilaporkan kondusif, dengan warga sekitar mengapresiasi kecepatan penanganan polisi.

Kegiatan serupa diharapkan terus digelar untuk mencegah eskalasi konflik. Polsek Tallo berkomitmen hadir di masyarakat, bukan hanya saat ada masalah besar.