About


"KAMI HADIR UNTUK MENCIPTAKAN RASA AMAN, NYAMAN DAN BAHAGIA"

Friday, 9 January 2026

Kapolsek Tallo Bersinergi dengan Tokoh Agama Cegah Gangguan Kamtibmas di Rappokalling


Makassar, 9 Januari 2026 – Kapolsek Tallo AKP Asfada, SE, MH, menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) melalui sinergi dengan tokoh agama. Pada Jumat (9/1) pukul 12.00 WITA hingga selesai, Kapolsek Tallo hadir di Masjid Jami Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Kegiatan ini berupa Shalat Jumat berjamaah disertai silaturahmi langsung dengan warga dan jamaah masjid, bertujuan mencegah potensi gangguan Kamtibmas di wilayah setempat.

Kehadiran AKP Asfada, SE, MH, disambut hangat oleh puluhan jamaah Masjid Jami dan warga Kelurahan Rappokalling. Didampingi Kanit Binmas Polsek Tallo Iptu Arifai Fattah, SH, Kapolsek Tallo tidak hanya mengikuti Shalat Jumat secara khidmat, tetapi juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas yang relevan. “Sinergi antara aparat penegak hukum dan tokoh agama sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis. Melalui momentum Shalat Jumat, kami ingin mempererat silaturahmi sambil mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap isu-isu yang berpotensi mengganggu ketertiban,” ujar AKP Asfada usai khutbah Jumat.

Kegiatan ini menjadi wadah efektif untuk berbagi informasi. AKP Asfada menekankan perlunya warga menjaga komunikasi lintas kelompok di Kelurahan Rappokalling, yang dikenal sebagai kawasan padat dengan aktivitas masyarakat beragam. Ia juga memberikan masukan tentang pentingnya silaturahmi antarwarga, seperti saling mengunjungi dan berbagi informasi keamanan. “Silaturahmi bukan hanya memperkuat ukhuwah Islamiyah, tapi juga menjadi benteng pertama mencegah konflik horizontal atau gangguan Kamtibmas lainnya,” tambahnya.

Iptu Arifai Fattah, SH, sebagai Kanit Binmas, turut berkoordinasi dengan tokoh agama setempat. Mereka membahas strategi pencegahan kenakalan remaja, pengawasan lingkungan malam hari, serta penanganan hoaks yang sering beredar di media sosial. Tokoh agama Kelurahan Rappokalling, seperti pengurus Masjid Jami, menyambut baik inisiatif ini. “Kebersamaan Polsek Tallo dengan kami membuat warga lebih percaya pada aparat. Pesan Kapolsek sangat tepat, silaturahmi adalah kunci kedamaian Rappokalling,” kata salah seorang takmir masjid.

Hasil kegiatan ini sangat positif. Pertama, Shalat Jumat berjamaah berhasil dilaksanakan dengan lancar, di mana Kapolsek menyampaikan pesan kamtibmas secara langsung kepada warga dan tokoh agama. Kedua, informasi dan masukan tentang pentingnya silaturahmi antarwarga diserap baik, mendorong komitmen bersama untuk menjaga harmoni sosial. Warga berjanji akan lebih aktif melaporkan hal mencurigakan melalui nomor WhatsApp Polsek Tallo atau aplikasi Patroli 110.

Kegiatan semacam ini mencerminkan pendekatan Polsek Tallo yang humanis dan preventif. Di tengah dinamika masyarakat urban seperti di Rappokalling, sinergi dengan tokoh agama menjadi strategi jitu. Sebelumnya, Polsek Tallo juga rutin melakukan sosialisasi serupa di masjid-masjid lain, yang terbukti menekan angka kriminalitas. Data Triwulan IV 2025 menunjukkan penurunan gangguan Kamtibmas hingga 15 persen di Kecamatan Tallo berkat program-program kolaboratif.

AKP Asfada menegaskan, Polsek Tallo akan terus intensifkan kegiatan silaturahmi. “Kami siap hadir di setiap kesempatan keagamaan untuk mendengar aspirasi warga. Mari Rappokalling tetap menjadi kampung yang adem ayem,” pungkasnya.

Kegiatan ini tidak hanya memperkuat hubungan polisi-masyarakat, tapi juga membangun ketahanan sosial secara berkelanjutan. Dengan demikian, Kelurahan Rappokalling diharapkan tetap aman dari berbagai ancaman Kamtibmas.

Thursday, 8 January 2026

Personel Polsek Tallo Berhasil Mediasi Konflik Warga, Kapolsek Apresiasi Langkah Preventif





Makassar, 8 Januari 2026 – Personel Polsek Tallo, Aiptu Abu Nawas, S.E., yang menjabat sebagai (KA SPKT), berhasil menyelesaikan perselisihan antarwarga melalui pendekatan mediasi pada Rabu malam, 7 Januari 2026. Kejadian ini menunjukkan komitmen Polri dalam menjaga kamtibmas melalui problem solving yang humanis dan efektif.

Insiden bermula dari perselisihan paham antara dua belah pihak warga di wilayah hukum Polsek Tallo. Konflik tersebut sempat memicu perbuatan tidak menyenangkan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Tanpa menunggu eskalasi lebih lanjut, Aiptu Abu Nawas segera menginisiasi proses problem solving. Pada pukul 21.00 WITA, ia mempertemukan kedua belah pihak langsung di kantor Polsek Tallo.

Proses mediasi berjalan lancar dan kondusif. Kedua pihak menyatakan keinginan kuat untuk berdamai secara damai. Mereka saling memaafkan atas kesalahan masing-masing, dengan komitmen bersama agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Sebagai bentuk kesepakatan formal, surat pernyataan kesepakatan telah ditandatangani oleh para pihak terkait. Langkah ini tidak hanya menyelesaikan masalah secara cepat, tetapi juga mencegah potensi pidana yang lebih serius.

Kapolsek Tallo, AKP Asfada, S.E., M.H., memberikan tanggapan positif atas inisiatif anggotanya. “Saya mengapresiasi sepenuhnya tindakan cepat Aiptu Abu Nawas. Pendekatan mediasi seperti ini adalah wujud nyata Polri Merakyat, di mana kita prioritaskan dialog daripada penindakan keras. Ini membuktikan bahwa problem solving berbasis musyawarah efektif menjaga harmoni masyarakat,” ujar Kapolsek Asfada saat ditemui di kantor Polsek Tallo, Kamis (8/1).

Menurut Kapolsek, kasus semacam ini sering terjadi di wilayah urban seperti Tallo akibat kesalahpahaman sehari-hari. Namun, dengan respons cepat dari personel, potensi konflik dapat diminimalisir. “Kami terus dorong anggota untuk proaktif. Mediasi bukan hanya menyelesaikan masalah saat ini, tapi juga membangun kepercayaan warga terhadap institusi kepolisian,” tambahnya.

Aiptu Abu Nawas sendiri mengungkapkan kepuasannya atas hasil mediasi. “Alhamdulillah, kedua pihak sadar dan mau berdamai. Ini pengingat bagi kita semua untuk saling menjaga toleransi. Surat pernyataan menjadi pegangan hukum jika ada pelanggaran ulang,” katanya.

Kasus ini menjadi contoh sukses Polsek Tallo dalam menerapkan strategi pencegahan konflik sosial. Di era digital saat ini, di mana informasi menyebar cepat, penanganan dini seperti ini krusial untuk mencegah hoaks atau polarisasi. Polsek Tallo berkomitmen terus hadir di tengah masyarakat, siap mendengar dan menyelesaikan persoalan dengan pendekatan yang adil.

Upaya serupa telah dilakukan Polsek Tallo sepanjang 2025, dengan puluhan kasus mediasi berhasil diselesaikan tanpa melalui pengadilan. Hal ini selaras dengan program Polri Serap, Respons, Empati, dan Mediasi,, yang difokuskan pada peningkatan pelayanan publik.

Tuesday, 6 January 2026

Problem Solving ala Aipda Rolis: Suami Istri Kaluku Bodoa Akhirnya Bersatu Lagi




Makassar, 6 Januari 2026 – Dalam sebuah upaya restoratif yang patut diapresiasi, Aipda Rolis Abdillah, Bhabinkamtibmas Polsek Tallo untuk Kelurahan Kaluku Bodoa, berhasil mempertemukan kembali pasangan suami istri yang telah berpisah selama tiga bulan akibat pertengkaran rumah tangga. Mediasi damai ini berlangsung pada Senin malam, 5 Januari 2026, pukul 23.00 WITA, di ruang SPK (Sentra Pelayanan Kepolisian) Polsek Tallo.

Insiden ini bermula dari konflik rumah tangga yang memuncak hingga pasangan tersebut memilih berpisah. Menurut sumber di Polsek Tallo, pertengkaran tersebut melibatkan isu-isu sehari-hari seperti komunikasi dan tanggung jawab keluarga, yang sering menjadi pemicu keretakan rumah tangga di wilayah pinggiran Makassar. Aipda Rolis Abdillah, yang dikenal dekat dengan warga Kaluku Bodoa, mendapat laporan dari tetangga dan segera turun tangan dengan pendekatan problem solving melalui mediasi.

Proses mediasi berjalan lancar di ruang SPK Polsek Tallo, yang difasilitasi secara profesional. Kedua belah pihak diajak berdialog terbuka, mendengarkan keluhan masing-masing, dan mencari solusi bersama. “Alhamdulillah, setelah diskusi panjang, keduanya menyadari bahwa perpisahan bukan jalan terbaik. Mereka sepakat rujuk kembali dan berkomitmen membangun komunikasi yang lebih baik,” ujar Aipda Rolis Abdillah saat ditemui wartawan pada Selasa (6/1) siang.

Kapolsek Tallo, AKP Asfada, SE, MH, memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan anggotanya. “Ini adalah contoh nyata peran Bhabinkamtibmas sebagai penjaga harmoni masyarakat. Bukan hanya menangani kriminalitas, tapi juga menyelesaikan masalah sosial seperti sengketa rumah tangga sebelum berujung pada kekerasan atau perceraian. Saya bangga dengan dedikasi Aipda Rolis,” kata AKP Asfada melalui keterangan resminya.

Keberhasilan mediasi ini sejalan dengan program Polri dalam mendukung Keluarga Harmoni Indonesia (KHI), di mana polisi desa seperti Bhabinkamtibmas menjadi garda terdepan. Di Kaluku Bodoa, kelurahan yang mayoritas ditempati masyarakat nelayan dan petani, kasus rumah tangga sering muncul akibat tekanan ekonomi pasca-pandemi. Data Polsek Tallo mencatat, sepanjang 2025, ada 15 kasus mediasi serupa yang berhasil diselesaikan tanpa escalating ke pengadilan.

Warga Kaluku Bodoa pun menyambut positif. “Pak Rolis selalu sigap. Dia seperti kakak bagi kami. Rumah tangga kami hampir hancur, tapi sekarang sudah baikan,” kata seorang tetangga yang enggan disebut namanya.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa mediasi preventif lebih efektif daripada penindakan hukum. Polsek Tallo berencana menggelar sosialisasi lebih intensif tentang pencegahan KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) di balai kelurahan. “Kami siap bantu warga kapan saja. Hubungi Bhabinkamtibmas terdekat untuk konsultasi,” pesan AKP Asfada.

Kejadian ini memperkuat citra Polri sebagai pelindung masyarakat, bukan hanya aparat penegak hukum. Semoga harmoni keluarga di Kaluku Bodoa terus terjaga, menjadi teladan bagi wilayah lain di Makassar.