About


"KAMI HADIR UNTUK MENCIPTAKAN RASA AMAN, NYAMAN DAN BAHAGIA"

Tuesday, 6 January 2026

Problem Solving ala Aipda Rolis: Suami Istri Kaluku Bodoa Akhirnya Bersatu Lagi




Makassar, 6 Januari 2026 – Dalam sebuah upaya restoratif yang patut diapresiasi, Aipda Rolis Abdillah, Bhabinkamtibmas Polsek Tallo untuk Kelurahan Kaluku Bodoa, berhasil mempertemukan kembali pasangan suami istri yang telah berpisah selama tiga bulan akibat pertengkaran rumah tangga. Mediasi damai ini berlangsung pada Senin malam, 5 Januari 2026, pukul 23.00 WITA, di ruang SPK (Sentra Pelayanan Kepolisian) Polsek Tallo.

Insiden ini bermula dari konflik rumah tangga yang memuncak hingga pasangan tersebut memilih berpisah. Menurut sumber di Polsek Tallo, pertengkaran tersebut melibatkan isu-isu sehari-hari seperti komunikasi dan tanggung jawab keluarga, yang sering menjadi pemicu keretakan rumah tangga di wilayah pinggiran Makassar. Aipda Rolis Abdillah, yang dikenal dekat dengan warga Kaluku Bodoa, mendapat laporan dari tetangga dan segera turun tangan dengan pendekatan problem solving melalui mediasi.

Proses mediasi berjalan lancar di ruang SPK Polsek Tallo, yang difasilitasi secara profesional. Kedua belah pihak diajak berdialog terbuka, mendengarkan keluhan masing-masing, dan mencari solusi bersama. “Alhamdulillah, setelah diskusi panjang, keduanya menyadari bahwa perpisahan bukan jalan terbaik. Mereka sepakat rujuk kembali dan berkomitmen membangun komunikasi yang lebih baik,” ujar Aipda Rolis Abdillah saat ditemui wartawan pada Selasa (6/1) siang.

Kapolsek Tallo, AKP Asfada, SE, MH, memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan anggotanya. “Ini adalah contoh nyata peran Bhabinkamtibmas sebagai penjaga harmoni masyarakat. Bukan hanya menangani kriminalitas, tapi juga menyelesaikan masalah sosial seperti sengketa rumah tangga sebelum berujung pada kekerasan atau perceraian. Saya bangga dengan dedikasi Aipda Rolis,” kata AKP Asfada melalui keterangan resminya.

Keberhasilan mediasi ini sejalan dengan program Polri dalam mendukung Keluarga Harmoni Indonesia (KHI), di mana polisi desa seperti Bhabinkamtibmas menjadi garda terdepan. Di Kaluku Bodoa, kelurahan yang mayoritas ditempati masyarakat nelayan dan petani, kasus rumah tangga sering muncul akibat tekanan ekonomi pasca-pandemi. Data Polsek Tallo mencatat, sepanjang 2025, ada 15 kasus mediasi serupa yang berhasil diselesaikan tanpa escalating ke pengadilan.

Warga Kaluku Bodoa pun menyambut positif. “Pak Rolis selalu sigap. Dia seperti kakak bagi kami. Rumah tangga kami hampir hancur, tapi sekarang sudah baikan,” kata seorang tetangga yang enggan disebut namanya.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa mediasi preventif lebih efektif daripada penindakan hukum. Polsek Tallo berencana menggelar sosialisasi lebih intensif tentang pencegahan KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) di balai kelurahan. “Kami siap bantu warga kapan saja. Hubungi Bhabinkamtibmas terdekat untuk konsultasi,” pesan AKP Asfada.

Kejadian ini memperkuat citra Polri sebagai pelindung masyarakat, bukan hanya aparat penegak hukum. Semoga harmoni keluarga di Kaluku Bodoa terus terjaga, menjadi teladan bagi wilayah lain di Makassar.

No comments:

Post a Comment