About


"KAMI HADIR UNTUK MENCIPTAKAN RASA AMAN, NYAMAN DAN BAHAGIA"

Saturday, 10 January 2026

Kapolsek Tallo Razia 12 Hari Kerja: Rapat Darurat Redam Perkelahian Kelompok


Makassar, 10 Januari 2026 – Kapolsek Tallo AKP Asfada, SE, MH menunjukkan komitmen kuat melalui program “12 Hari Kerja” dalam menangani perkelahian antar kelompok di wilayah Kecamatan Tallo. Pada Sabtu (10/1/2026) sekitar pukul 14.00 WITA, Kapolsek menggelar pertemuan darurat di aula Polsek Tallo dengan melibatkan para Lurah, Ketua RW, dan Ketua RT dari Kelurahan Lembo serta Kelurahan Bunga Eja Beru. Langkah cepat ini bertujuan untuk membahas penyelesaian masalah secara musyawarah guna mencegah eskalasi konflik dan menjaga kondusivitas wilayah.

Perkelahian kelompok yang terjadi belakangan ini menjadi perhatian serius bagi pihak kepolisian. Insiden tersebut melibatkan warga dari dua kelurahan tetangga, yang dipicu oleh perselisihan kecil namun berpotensi memicu kekerasan massal. Kapolsek Tallo AKP Asfada menekankan bahwa program 12 Hari Kerja merupakan inisiatif strategis untuk mempercepat penanganan permasalahan masyarakat. “Kami tidak menunggu masalah membesar. Dengan mengumpulkan tokoh masyarakat secara langsung, kita bisa mendengar aspirasi dari grassroot dan mencari solusi bersama,” ujar AKP Asfada saat membuka pertemuan.

Dalam pertemuan yang berlangsung khidmat itu, Kapolsek secara aktif mendengarkan aspirasi dari perwakilan RT dan RW setempat. Para tokoh masyarakat menyampaikan kronologi kejadian, faktor pemicu seperti salah paham antar pemuda, serta dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari warga. Salah satu Ketua RW dari Kelurahan Lembo menyatakan, “Kami apresiasi kehadiran Kapolsek yang sigap. Permasalahan ini bisa diselesaikan jika semua pihak saling pengertian.” Sementara itu, Lurah Bunga Eja Beru menambahkan bahwa peningkatan patroli dan mediasi dini sangat diperlukan untuk mencegah residu konflik.

AKP Asfada tidak hanya mendengar, tapi juga langsung menyusun langkah konkret. Pertemuan menghasilkan kesepakatan bersama, di antaranya:

Pembentukan tim mediasi tripartit yang terdiri dari polisi, lurah, dan tokoh masyarakat untuk memfasilitasi dialog antar kelompok yang bertikai.

Peningkatan patroli preventif di titik rawan perkelahian, khususnya malam hari.

Sosialisasi kamtibmas melalui sambang linmas dan pertemuan rutin RT/RW.

Pemantauan media sosial untuk mendeteksi isu yang berpotensi memprovokasi.

Program 12 Hari Kerja Kapolsek Tallo ini sejalan dengan instruksi Kapolri untuk mendekatkan polisi dengan masyarakat melalui pendekatan preemtif. Sejak diluncurkan, program ini telah berhasil menangani sejumlah kasus kecil di wilayah hukum Polsek Tallo, mulai dari sengketa tanah hingga perselisihan tetangga. “Tujuan utama kami adalah zero conflict. Dengan kerjasama semua pihak, Kecamatan Tallo akan tetap aman dan damai,” tegas AKP Asfada.

Pertemuan ditutup dengan doa bersama dan penandatanganan komitmen damai oleh seluruh peserta. Langkah ini diharapkan menjadi momentum bagi warga Kelurahan Lembo dan Bunga Eja Beru untuk mempererat silaturahmi. Polsek Tallo juga mengajak masyarakat untuk melaporkan dini potensi konflik ke polsek Tallo.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, yang turut hadir, menyatakan, “Inisiatif Kapolsek Tallo patut dijadikan contoh bagi polsek lain. Pendekatan musyawarah seperti ini efektif menjaga stabilitas sosial.” Sementara itu, warga setempat berharap tidak ada lagi insiden serupa di masa depan.

Dengan gerak cepat ini, Polsek Tallo membuktikan bahwa kehadiran polisi tidak hanya sebagai penegak hukum, tapi juga fasilitator perdamaian. Mari bersama jaga Kecamatan Tallo tetap harmonis demi generasi mendatang.

No comments:

Post a Comment