Makassar - Jumat 19 Desember 2025, Sinergi Polsek Tallo dan Shelter Kelurahan Buloa ciptakan harmoni masyarakat melalui mediasi kekeluargaan.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Buloa, AIPDA Arsyad, kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Pada Kamis malam, 18 Desember 2025 pukul 21.10 WITA, ia melaksanakan giat sambang warga binaan sekaligus pemantauan wilayah di Jalan Sultan Abdullah I RT.02 RW.01, Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Kegiatan ini bukan sekadar patroli rutin, melainkan momen krusial untuk menyelesaikan permasalahan lama yang mengganjal dua warga setempat.
Bersama tim Shelter Kelurahan Buloa, AIPDA Arsyad memfasilitasi problem solving secara intensif. Permasalahan yang berlarut selama dua tahun ini akhirnya menemukan titik terang berkat koordinasi matang. “Kami atur pertemuan di tempat netral, balai warga RT.02, supaya kedua belah pihak bisa berdialog tanpa emosi. Hasilnya, masalah selesai secara kekeluargaan,” jelas AIPDA Arsyad dengan penuh keyakinan.
Kapolsek Tallo, Kompol H. Syamsuardi, S.Sos.MH, memberikan apresiasi tinggi. “Inisiatif AIPDA Arsyad luar biasa. Giat sambang seperti ini deteksi dini konflik dan ciptakan suasana aman kondusif. Kami bangga dengan sinergi Polri-kelurahan,” tegasnya saat dihubungi redaksi.
Kronologi Permasalahan yang Berlarut Dua Tahun
Sengketa ini bermula akhir 2023, ketika dua warga RT.02 RW.01—H. Muhammad Yusuf (55) dan H. Andi Makmur, S.Pd. (48)—berselisih soal batas lahan seluas 50 meter persegi di kawasan permukiman padat. Awalnya dipicu salah paham hak ulayat kecil, konflik ini membesar karena mediasi awal gagal. Warga sekitar khawatir ketegangan ini memicu friksi sosial, terutama di Buloa yang dekat Pelabuhan Soekarno-Hatta dan ramai aktivitas perdagangan.
Data Kelurahan Buloa mencatat 25 kasus sengketa kekeluargaan sepanjang 2024-2025, naik 15% akibat urbanisasi. AIPDA Arsyad, yang bertugas sejak 2022, rutin sambang mingguan. “Saya catat semua keluhan. Setelah dua tahun pantau, saatnya fasilitasi langsung,” ungkapnya.
Proses Mediasi yang Efektif dan Humanis
Pertemuan di balai warga RT.02 dihadiri 20 orang, termasuk Lurah Buloa, tokoh adat, dan perwakilan kedua pihak. Sesi dimulai curah pendapat bebas interupsi, dilanjut musyawarah mufakat ala Bugis-Makassar. Tim Shelter ingatkan nilai siri’ na pacce* untuk damai.
Hasilnya memuaskan: batas lahan dibagi adil dengan saksi notaris RT, plus kompensasi simbolis Rp5 juta dari H. Muhammad Yusuf untuk H. Andi Makmur. AIPDA Arsyad himbau: “Jaga kerukunan, jangan bawa ke pengadilan. Proses hukum panjang, kekeluargaan lebih cepat.”
H. Andi Makmur, S.Pd., tokoh masyarakat RT.02, bersyukur. “Dua tahun tegang, sulit gotong royong. Terima kasih Pak AIPDA dan Shelter. Kini kami saudara lagi,” katanya sambil tersenyum.
Dampak Langsung dan Jangka Panjang Pasca-mediasi, Jalan Sultan Abdullah I kembali harmonis. Warga saling sapa, anak-anak bermain bebas. Data Polsek Tallo: penurunan 20% gangguan Kamtibmas sejak Januari 2025 berkat 150 giat sambang serupa.
Ini bagian program Polmas Nusantara Kapolsek Tallo. “Target nol konflik horizontal 2026. Sinergi kunci sukses,” kata Kompol H. Syamsuardi.
Sinergi Polri-Kelurahan di Era Digital
Shelter Kelurahan Buloa, posko pengaduan 24 jam, tangani 50 kasus tahun ini. Lurah Buloa: “AIPDA Arsyad seperti keluarga. Sambangnya buat kami aman.” Visi Wali Kota Makassar selaras: kota aman Indonesia Timur, indeks kriminalitas turun 12%.
AIPDA Arsyad rencanakan sambang dua kali seminggu, malam hari prioritas. Hubungi WhatsApp 0852-9936-3500 untuk lapor dini.
Kompol Syamsuardi tutup optimis: “Polri dampingi masyarakat. Makassar aman untuk semua!”
Keberhasilan ini bukti pendekatan preventif unggul. Buloa jadi contoh harmoni Makassar.
No comments:
Post a Comment