About


"KAMI HADIR UNTUK MENCIPTAKAN RASA AMAN, NYAMAN DAN BAHAGIA"

Tuesday, 23 December 2025

Bhabinkamtibmas Kelurahan Buloa Berhasil Redam Konflik Warga akibat Cemburu di Jalan Teuku Umar, Makassar




Makassar, 23 Desember 2025 – Sebuah kesalahpahaman yang dipicu rasa cemburu hampir berujung pada ketegangan serius di antara dua warga Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Berkat sigapnya Bhabinkamtibmas setempat, konflik tersebut berhasil diselesaikan secara damai pada Senin malam, 22 Desember 2025. Kejadian ini menjadi contoh nyata peran polisi dalam problem solving masyarakat, mencegah eskalasi yang bisa meresahkan ketertiban umum.


Insiden terjadi di Jl. Teuku Umar Nomor 14, RT.2 RW.4, Kelurahan Buloa. Dua pria, yang diidentifikasi sebagai Lk. RJ dan Lk. MY, sempat bersitegang akibat kesalahpahaman. Menurut informasi yang dihimpun, pemicu utama adalah rasa cemburu yang tidak terkendali, yang membuat situasi memanas sekitar pukul 21.15 WITA. Beruntung, keduanya tidak sampai melakukan kekerasan fisik, meski ketegangan sempat tinggi.


Respons Cepat Bhabinkamtibmas

AIPDA Arsyad, Bhabinkamtibmas Kelurahan Buloa, langsung turun tangan begitu mendapat laporan. Dengan pendekatan persuasif, ia memediasi kedua belah pihak di lokasi kejadian. AIPDA Arsyad, yang dikenal dekat dengan warganya, berhasil menenangkan emosi yang memuncak. “Kami prioritaskan dialog untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan,” ujarnya saat ditemui usai mediasi.


Proses problem solving dilanjutkan ke ruang SPKT (Sanggah Pengayoman Kamtibmas Terpadu) Polsek Tallo. Di sana, Lk. RJ dan Lk. MY membuat pernyataan bersama, menyatakan saling memaafkan dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa. Pernyataan ini ditandatangani di hadapan petugas, menandai berakhirnya konflik dengan damai. Tidak ada korban luka atau kerugian material yang dilaporkan.


AIPDA Arsyad memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan pesan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat). Ia menekankan pentingnya menjaga emosi dan menjalin silaturahmi yang baik antarwarga. “Jangan biarkan cemburu merusak hubungan. Kita harus saling pengertian dan berkomunikasi terbuka. Jika ada masalah, hubungi Bhabinkamtibmas terdekat,” pesannya tegas.


Tanggapan Kapolsek Tallo

Kapolsek Tallo, Kompol H. Syamsuardi S.Sos.MH, memberikan apresiasi atas penanganan cepat anak buahnya. Saat dikonfirmasi pada Selasa (23/12/2025), ia menyatakan kepuasannya dengan hasil mediasi. “Ini bukti bahwa pendekatan preventif dan humanis efektif menjaga kamtibmas. Polsek Tallo terus sinergi dengan bhabinkamtibmas untuk mendekatkan diri ke masyarakat,” katanya.


Kompol H. Syamsuardi juga menambahkan bahwa kasus seperti ini sering muncul akibat isu rumah tangga atau perselisihan pribadi. “Cemburu adalah emosi alami, tapi jika tidak dikelola, bisa jadi bom waktu. Kami siap bantu warga selesaikan secara damai sebelum ke pengadilan,” lanjutnya. Ia mengajak masyarakat Buloa dan Tallo untuk proaktif melaporkan potensi konflik dini.


Konteks Konflik Sosial di Makassar

Kejadian ini bukan yang pertama di wilayah urban seperti Makassar. Data Polresta Makassar mencatat ratusan kasus gesekan antarwarga setiap tahun, dengan pemicu utama kesalahpahaman pribadi, termasuk cemburu. Di Kecamatan Tallo, yang padat penduduk, tantangan kamtibmas semakin kompleks karena faktor sosial-ekonomi dan migrasi.


Menurut pengamat keamanan lokal, Dr. Andi Rahman dari Universitas Hasanuddin, peran bhabinkamtibmas krusial dalam era modern. “Mereka seperti ‘polisi keluarga’ yang mencegah konflik kecil jadi besar. Pendekatan seperti ini selaras dengan konsep Polri Presisi yang humanis,” jelasnya. Di Kelurahan Buloa, AIPDA Arsyad memang dikenal aktif, rutin blusukan dan sosialisasi kamtibmas.


Lokasi Jl. Teuku Umar sendiri merupakan kawasan permukiman padat di pinggiran Kota Makassar. RT.2 RW.4 dikenal komunal, dengan warga mayoritas pekerja sektor informal. Kesalahpahaman seperti ini sering dipicu faktor sehari-hari, seperti interaksi sosial di lingkungan sempit.


Pelajaran dari Penyelesaian Damai

Kasus Lk. RJ dan Lk. MY memberikan pelajaran berharga. Pertama, komunikasi terbuka mencegah eskalasi. Kedua belah pihak mengakui kesalahan dan saling memaafkan setelah didorong dialog. Kedua, peran aparat seperti Bhabinkamtibmas efektif jika dekat dengan warga. Ketiga, pencegahan lebih baik daripada pengobatan – pesan AIPDA Arsyad soal silaturahmi jadi pengingat.


Warga setempat menyambut positif penyelesaian ini. “Alhamdulillah, aman lagi. Pak Arsyad cepat tanggap, makanya kami percaya,” ujar seorang tetangga yang enggan disebut namanya. Ini memperkuat citra Polri di mata masyarakat Tallo.


Upaya Polri Cegah Konflik Serupa

Polsek Tallo tak tinggal diam. Pasca-kejadian, rencanakan sosialisasi kamtibmas intensif. Kompol H. Syamsuardi berencana gelar dialog rukun warga bulanan di setiap kelurahan. “Kami ajak tokoh masyarakat, karang taruna, dan pemuda ikut. Tema: kelola emosi, jaga harmoni,” ungkapnya.


Di tingkat kota, Kapolda Sulsel Irjen Pol Dr. Rudi Setiawan hadir memantau program serupa. Data 2025 tunjukkan penurunan 15% kasus gesekan warga berkat mediasi dini. “Polri komitmen jadi pelindung masyarakat, bukan hanya penegak hukum,” tegasnya baru-baru ini.


Dampak Positif bagi Komunitas

Penyelesaian damai ini tak hanya redam konflik individu, tapi juga perkuat kohesi sosial di Kelurahan Buloa. Warga kini lebih percaya aparat, potensial kurangi kriminalitas. AIPDA Arsyad, sebagai ujung tombak, layak diapresiasi. Kariernya di Tallo penuh prestasi, termasuk redam puluhan kasus serupa.


Kompol H. Syamsuardi menutup wawancara dengan pesan inklusif: “Mari ramaikan Makassar damai. Laporkan isu dini ke polisi, kita selesaikan bareng.” Kejadian 22 Desember jadi momentum refleksi akhir tahun.


Secara keseluruhan, insiden ini gambarkan Polri modern: proaktif, humanis, dan dekat rakyat. Dengan model seperti AIPDA Arsyad, kamtibmas Makassar diprediksi makin mantap. Warga diajak introspeksi: cemburu wajar, tapi kekerasan tak diterima.

No comments:

Post a Comment