About


"KAMI HADIR UNTUK MENCIPTAKAN RASA AMAN, NYAMAN DAN BAHAGIA"

Friday, 9 January 2026

Kapolsek Tallo Bersinergi dengan Tokoh Agama Cegah Gangguan Kamtibmas di Rappokalling


Makassar, 9 Januari 2026 – Kapolsek Tallo AKP Asfada, SE, MH, menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) melalui sinergi dengan tokoh agama. Pada Jumat (9/1) pukul 12.00 WITA hingga selesai, Kapolsek Tallo hadir di Masjid Jami Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Kegiatan ini berupa Shalat Jumat berjamaah disertai silaturahmi langsung dengan warga dan jamaah masjid, bertujuan mencegah potensi gangguan Kamtibmas di wilayah setempat.

Kehadiran AKP Asfada, SE, MH, disambut hangat oleh puluhan jamaah Masjid Jami dan warga Kelurahan Rappokalling. Didampingi Kanit Binmas Polsek Tallo Iptu Arifai Fattah, SH, Kapolsek Tallo tidak hanya mengikuti Shalat Jumat secara khidmat, tetapi juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas yang relevan. “Sinergi antara aparat penegak hukum dan tokoh agama sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis. Melalui momentum Shalat Jumat, kami ingin mempererat silaturahmi sambil mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap isu-isu yang berpotensi mengganggu ketertiban,” ujar AKP Asfada usai khutbah Jumat.

Kegiatan ini menjadi wadah efektif untuk berbagi informasi. AKP Asfada menekankan perlunya warga menjaga komunikasi lintas kelompok di Kelurahan Rappokalling, yang dikenal sebagai kawasan padat dengan aktivitas masyarakat beragam. Ia juga memberikan masukan tentang pentingnya silaturahmi antarwarga, seperti saling mengunjungi dan berbagi informasi keamanan. “Silaturahmi bukan hanya memperkuat ukhuwah Islamiyah, tapi juga menjadi benteng pertama mencegah konflik horizontal atau gangguan Kamtibmas lainnya,” tambahnya.

Iptu Arifai Fattah, SH, sebagai Kanit Binmas, turut berkoordinasi dengan tokoh agama setempat. Mereka membahas strategi pencegahan kenakalan remaja, pengawasan lingkungan malam hari, serta penanganan hoaks yang sering beredar di media sosial. Tokoh agama Kelurahan Rappokalling, seperti pengurus Masjid Jami, menyambut baik inisiatif ini. “Kebersamaan Polsek Tallo dengan kami membuat warga lebih percaya pada aparat. Pesan Kapolsek sangat tepat, silaturahmi adalah kunci kedamaian Rappokalling,” kata salah seorang takmir masjid.

Hasil kegiatan ini sangat positif. Pertama, Shalat Jumat berjamaah berhasil dilaksanakan dengan lancar, di mana Kapolsek menyampaikan pesan kamtibmas secara langsung kepada warga dan tokoh agama. Kedua, informasi dan masukan tentang pentingnya silaturahmi antarwarga diserap baik, mendorong komitmen bersama untuk menjaga harmoni sosial. Warga berjanji akan lebih aktif melaporkan hal mencurigakan melalui nomor WhatsApp Polsek Tallo atau aplikasi Patroli 110.

Kegiatan semacam ini mencerminkan pendekatan Polsek Tallo yang humanis dan preventif. Di tengah dinamika masyarakat urban seperti di Rappokalling, sinergi dengan tokoh agama menjadi strategi jitu. Sebelumnya, Polsek Tallo juga rutin melakukan sosialisasi serupa di masjid-masjid lain, yang terbukti menekan angka kriminalitas. Data Triwulan IV 2025 menunjukkan penurunan gangguan Kamtibmas hingga 15 persen di Kecamatan Tallo berkat program-program kolaboratif.

AKP Asfada menegaskan, Polsek Tallo akan terus intensifkan kegiatan silaturahmi. “Kami siap hadir di setiap kesempatan keagamaan untuk mendengar aspirasi warga. Mari Rappokalling tetap menjadi kampung yang adem ayem,” pungkasnya.

Kegiatan ini tidak hanya memperkuat hubungan polisi-masyarakat, tapi juga membangun ketahanan sosial secara berkelanjutan. Dengan demikian, Kelurahan Rappokalling diharapkan tetap aman dari berbagai ancaman Kamtibmas.

Thursday, 8 January 2026

Personel Polsek Tallo Berhasil Mediasi Konflik Warga, Kapolsek Apresiasi Langkah Preventif





Makassar, 8 Januari 2026 – Personel Polsek Tallo, Aiptu Abu Nawas, S.E., yang menjabat sebagai (KA SPKT), berhasil menyelesaikan perselisihan antarwarga melalui pendekatan mediasi pada Rabu malam, 7 Januari 2026. Kejadian ini menunjukkan komitmen Polri dalam menjaga kamtibmas melalui problem solving yang humanis dan efektif.

Insiden bermula dari perselisihan paham antara dua belah pihak warga di wilayah hukum Polsek Tallo. Konflik tersebut sempat memicu perbuatan tidak menyenangkan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Tanpa menunggu eskalasi lebih lanjut, Aiptu Abu Nawas segera menginisiasi proses problem solving. Pada pukul 21.00 WITA, ia mempertemukan kedua belah pihak langsung di kantor Polsek Tallo.

Proses mediasi berjalan lancar dan kondusif. Kedua pihak menyatakan keinginan kuat untuk berdamai secara damai. Mereka saling memaafkan atas kesalahan masing-masing, dengan komitmen bersama agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Sebagai bentuk kesepakatan formal, surat pernyataan kesepakatan telah ditandatangani oleh para pihak terkait. Langkah ini tidak hanya menyelesaikan masalah secara cepat, tetapi juga mencegah potensi pidana yang lebih serius.

Kapolsek Tallo, AKP Asfada, S.E., M.H., memberikan tanggapan positif atas inisiatif anggotanya. “Saya mengapresiasi sepenuhnya tindakan cepat Aiptu Abu Nawas. Pendekatan mediasi seperti ini adalah wujud nyata Polri Merakyat, di mana kita prioritaskan dialog daripada penindakan keras. Ini membuktikan bahwa problem solving berbasis musyawarah efektif menjaga harmoni masyarakat,” ujar Kapolsek Asfada saat ditemui di kantor Polsek Tallo, Kamis (8/1).

Menurut Kapolsek, kasus semacam ini sering terjadi di wilayah urban seperti Tallo akibat kesalahpahaman sehari-hari. Namun, dengan respons cepat dari personel, potensi konflik dapat diminimalisir. “Kami terus dorong anggota untuk proaktif. Mediasi bukan hanya menyelesaikan masalah saat ini, tapi juga membangun kepercayaan warga terhadap institusi kepolisian,” tambahnya.

Aiptu Abu Nawas sendiri mengungkapkan kepuasannya atas hasil mediasi. “Alhamdulillah, kedua pihak sadar dan mau berdamai. Ini pengingat bagi kita semua untuk saling menjaga toleransi. Surat pernyataan menjadi pegangan hukum jika ada pelanggaran ulang,” katanya.

Kasus ini menjadi contoh sukses Polsek Tallo dalam menerapkan strategi pencegahan konflik sosial. Di era digital saat ini, di mana informasi menyebar cepat, penanganan dini seperti ini krusial untuk mencegah hoaks atau polarisasi. Polsek Tallo berkomitmen terus hadir di tengah masyarakat, siap mendengar dan menyelesaikan persoalan dengan pendekatan yang adil.

Upaya serupa telah dilakukan Polsek Tallo sepanjang 2025, dengan puluhan kasus mediasi berhasil diselesaikan tanpa melalui pengadilan. Hal ini selaras dengan program Polri Serap, Respons, Empati, dan Mediasi,, yang difokuskan pada peningkatan pelayanan publik.

Tuesday, 6 January 2026

Problem Solving ala Aipda Rolis: Suami Istri Kaluku Bodoa Akhirnya Bersatu Lagi




Makassar, 6 Januari 2026 – Dalam sebuah upaya restoratif yang patut diapresiasi, Aipda Rolis Abdillah, Bhabinkamtibmas Polsek Tallo untuk Kelurahan Kaluku Bodoa, berhasil mempertemukan kembali pasangan suami istri yang telah berpisah selama tiga bulan akibat pertengkaran rumah tangga. Mediasi damai ini berlangsung pada Senin malam, 5 Januari 2026, pukul 23.00 WITA, di ruang SPK (Sentra Pelayanan Kepolisian) Polsek Tallo.

Insiden ini bermula dari konflik rumah tangga yang memuncak hingga pasangan tersebut memilih berpisah. Menurut sumber di Polsek Tallo, pertengkaran tersebut melibatkan isu-isu sehari-hari seperti komunikasi dan tanggung jawab keluarga, yang sering menjadi pemicu keretakan rumah tangga di wilayah pinggiran Makassar. Aipda Rolis Abdillah, yang dikenal dekat dengan warga Kaluku Bodoa, mendapat laporan dari tetangga dan segera turun tangan dengan pendekatan problem solving melalui mediasi.

Proses mediasi berjalan lancar di ruang SPK Polsek Tallo, yang difasilitasi secara profesional. Kedua belah pihak diajak berdialog terbuka, mendengarkan keluhan masing-masing, dan mencari solusi bersama. “Alhamdulillah, setelah diskusi panjang, keduanya menyadari bahwa perpisahan bukan jalan terbaik. Mereka sepakat rujuk kembali dan berkomitmen membangun komunikasi yang lebih baik,” ujar Aipda Rolis Abdillah saat ditemui wartawan pada Selasa (6/1) siang.

Kapolsek Tallo, AKP Asfada, SE, MH, memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan anggotanya. “Ini adalah contoh nyata peran Bhabinkamtibmas sebagai penjaga harmoni masyarakat. Bukan hanya menangani kriminalitas, tapi juga menyelesaikan masalah sosial seperti sengketa rumah tangga sebelum berujung pada kekerasan atau perceraian. Saya bangga dengan dedikasi Aipda Rolis,” kata AKP Asfada melalui keterangan resminya.

Keberhasilan mediasi ini sejalan dengan program Polri dalam mendukung Keluarga Harmoni Indonesia (KHI), di mana polisi desa seperti Bhabinkamtibmas menjadi garda terdepan. Di Kaluku Bodoa, kelurahan yang mayoritas ditempati masyarakat nelayan dan petani, kasus rumah tangga sering muncul akibat tekanan ekonomi pasca-pandemi. Data Polsek Tallo mencatat, sepanjang 2025, ada 15 kasus mediasi serupa yang berhasil diselesaikan tanpa escalating ke pengadilan.

Warga Kaluku Bodoa pun menyambut positif. “Pak Rolis selalu sigap. Dia seperti kakak bagi kami. Rumah tangga kami hampir hancur, tapi sekarang sudah baikan,” kata seorang tetangga yang enggan disebut namanya.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa mediasi preventif lebih efektif daripada penindakan hukum. Polsek Tallo berencana menggelar sosialisasi lebih intensif tentang pencegahan KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) di balai kelurahan. “Kami siap bantu warga kapan saja. Hubungi Bhabinkamtibmas terdekat untuk konsultasi,” pesan AKP Asfada.

Kejadian ini memperkuat citra Polri sebagai pelindung masyarakat, bukan hanya aparat penegak hukum. Semoga harmoni keluarga di Kaluku Bodoa terus terjaga, menjadi teladan bagi wilayah lain di Makassar.

Monday, 5 January 2026

Patroli Gabungan Polsek Tallo dan TNI Amankan Kelurahan Lembo serta Bunga Eja Beru dari Potensi Tawuran Malam Hari





Makassar, 5 Januari 2026 – Personel Polsek Tallo bersinergi dengan TNI menggelar patroli pengamanan wilayah rawan perkelahian kelompok di Kelurahan Lembo dan Bunga Eja Beru, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Operasi dilakukan Minggu, 4 Januari 2026, pukul 23.00 WITA, untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di malam yang rentan konflik.


Kapolsek Tallo AKP Asfada, SE, MH, menyambut baik kolaborasi ini. “Sinergi Polri-TNI sangat efektif amankan Lembo dan Bunga Eja Beru. Kawasan ini sering jadi arena tawuran pemuda akibat isu sepele. Patroli malam cegah eskalasi, lindungi nyawa dan harta warga,” tegas AKP Asfada.


Ia ungkap, patroli melibatkan 50 personel gabungan Polsek dan TNI setempat. Target utama gang-gang Lembo, permukiman Bunga Eja Beru, Menggunakan motor patroli dan mobil dinas, tim lakukan pemeriksaan identitas, serta sosialisasi bahaya tawuran. “Kami temui kelompok muda nongkrong, langsung dibina dan diantar pulang. Data Polsek catat 9 kasus tawuran 2025 di sini, mayoritas pukul 16.00-01.00,” lanjutnya.


AKP Asfada soroti penyebab utama: pengaruh alkohol, medsos provokatif, dan rivalitas antar kampung. “Kami edukasi langsung: tawuran rusak masa depan. Sinergi ini perkuat deterrence effect,” tambahnya. Operasi selaras program Kamtibmas Polda Sulsel pasca-libur Nataru.


Danrem Kodim 1409 Tabes Makassar, Letkol Inf Agus Suprianto, terlibat penuh. “TNI siaga dukung Polri. Babinsa dan Koramil Lembo-Bunga Eja Beru pantau real time” katanya.


Warga apresiasi upaya ini. “Malam jadi aman, tak ada suara berisik tawuran,” ujar Ny. Siti (50), ibu rumah tangga Lembo. Pemuda setempat, Rudi (19), akui pengaruh positif. “Polisi dan tentara ajak diskusi, bukan gebuk. Saya janji tak ikut ribut lagi,” katanya.

Sunday, 4 January 2026

Situasi Tallo Kondusif Usai Patroli Polsek Pukul 22.00 WITA: Zero Gangguan Kamtibmas




Makassar, 4 Januari 2026 – Personel Polsek Tallo melaksanakan patroli Harkamtibmas (Harmoni Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) pada Sabtu malam (3/1/2026) pukul 22.00 WITA, dengan fokus utama pencegahan balap liar, knalpot brong, penyalahgunaan narkoba, pesta miras berlebihan, serta antisipasi perkelahian antar kelompok warga di wilayah Kecamatan Tallo. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Tallo AKP Asfada, SE, MH, sebagai bagian dari komitmen Polri menjaga kondusifitas wilayah pasca-libur akhir tahun.

Patroli dimulai dari Markas Polsek Tallo dan menyasar titik-titik rawan seperti jalan raya utama, persimpangan strategis, serta permukiman padat di Kelurahan Tallo dan sekitarnya. Tim personel bergerak dengan kendaraan dinas lengkap sirene blue light, melakukan razia acak terhadap pengguna jalan, pemeriksaan identitas, serta dialogis dengan warga yang berkumpul. Tidak ditemukan indikasi pelanggaran signifikan, sehingga situasi tetap aman dan terkendali sepanjang malam.

AKP Asfada, SE, MH, menegaskan bahwa patroli semacam ini bersifat preventif dan rutin. “Kami proaktif hadir di lapangan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat Tallo. Balap liar dan knalpot brong sering mengganggu ketenangan warga, sementara narkoba serta pesta miras rawan memicu konflik. Dengan sinergi polisi-warga, kita antisipasi dini agar tidak ada perkelahian kelompok yang meresahkan,” ujarnya saat ditemui usai patroli.

Kegiatan ini juga melibatkan elemen masyarakat seperti tokoh agama dan ketua RT/RW setempat, yang turut memantau wilayah binaan. Seorang warga Kelurahan Tallo, Andi (40), menyambut positif kehadiran polisi. “Malam-malam begini biasanya ada pemuda balapan, tapi sekarang lebih tenang. Terima kasih Polsek Tallo,” katanya.

Data Polsek Tallo mencatat, sepanjang Desember 2025 hingga awal Januari 2026, terjadi penurunan 30% kasus balap liar dibanding periode sama tahun sebelumnya, berkat patroli intensif jelang Nataru. Strategi humanis ini sejalan dengan pendekatan Polri Presiden Prabowo Subianto era baru, yang menekankan pencegahan melalui kedekatan dengan masyarakat.

Ke depan, Polsek Tallo berencana tingkatkan frekuensi patroli malam dengan melibatkan satuan lalu lintas Polrestabes Makassar. “Kami undang warga aktif lapor via WhatsApp Polsek atau 110. Keamanan Tallo tanggung jawab bersama,” tambah AKP Asfada.

Dengan langkah tegas namun ramah, Polsek Tallo terus membangun citra Polri sebagai pelindung masyarakat. Kegiatan Sabtu malam kemarin menjadi bukti nyata pengabdian aparat kepolisian demi Makassar yang aman, harmonis, dan produktif.

Saturday, 3 January 2026

Bhabinkamtibmas Kelurahan Buloa Pantau Wilayah dan Pererat Silaturahmi Warga di Jalan Sultan Abdullah I





Makassar, 3 Januari 2026 – Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukumnya, Bhabinkamtibmas Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, melaksanakan giat sambang desa pada Sabtu (3/1/2026) pukul 10.00 WITA. Kegiatan ini berlangsung di Jalan Sultan Abdullah I, RT.2 RW.8, Kelurahan Buloa, dengan tujuan memantau situasi wilayah sekaligus mempererat hubungan antarwarga.

Giat sambang desa atau sering disebut “sambang warga” merupakan rutinitas harian personel Polri untuk mendekatkan diri dengan masyarakat. Kali ini, Bhabinkamtibmas AIPDA Arsyad secara langsung turun ke lapangan, berkoordinasi dengan warga setempat. Kegiatan diawali dengan dialog terbuka, di mana AIPDA Arsyad mendengarkan aspirasi dan keluhan warga terkait isu keamanan lingkungan.

“Saya melakukan koordinasi intensif dengan warga RT.2 RW.8 untuk mempererat silaturahmi. Ini penting agar kita bisa saling mengenal dan cepat tanggap terhadap potensi gangguan Kamtibmas,” ujar AIPDA Arsyad saat ditemui di lokasi.

Selain itu, AIPDA Arsyad menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas yang krusial. Ia menekankan pentingnya menjaga kerukunan bertetangga di tengah dinamika masyarakat urban seperti di Makassar. “Mari kita jaga kerukunan antartetangga. Hindari konflik kecil yang bisa berkembang menjadi masalah besar. Dengan gotong royong dan saling peduli, lingkungan kita akan tetap damai dan aman,” pesan AIPDA Arsyad kepada puluhan warga yang hadir.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari warga. Salah satu tokoh masyarakat setempat, Andi Makmur (45), menyatakan bahwa kehadiran polisi seperti ini membuat warga merasa terlindungi. “Kami senang Bhabinkamtibmas sering sambang ke sini. Kami bisa langsung lapor kalau ada apa-apa, seperti curas atau tawuran remaja,” katanya.

Kapolsek Tallo, AKP Asfada, SE, MH, menanggapi positif giat ini. Saat dihubungi, AKP Asfada menegaskan komitmen Polsek Tallo dalam menjaga stabilitas wilayah. “Kegiatan seperti ini adalah bagian dari pendekatan preventif Polri. Kami ingin masyarakat merasa polisi adalah mitra, bukan hanya penegak hukum. AIPDA Arsyad sudah tepat menjalankan tugasnya, dan kami akan terus intensifkan sambang desa di seluruh wilayah Kecamatan Tallo,” tegas AKP Asfada.

Giat sambang desa di Kelurahan Buloa ini bukan yang pertama. Sejak awal tahun 2026, Polsek Tallo telah mencatat peningkatan kunjungan Bhabinkamtibmas ke wilayah rawan, termasuk pemantauan pasar tradisional dan permukiman padat. Hal ini sejalan dengan instruksi Kapolresta Makassar untuk memperkuat Polmas (Kepolisian Masyarakat) guna mencegah kriminalitas jaringan seperti begal dan narkoba.

Menurut data Polresta Makassar, indeks kepercayaan masyarakat terhadap Polri di Kota Makassar mencapai 85% per akhir 2025, berkat program-program seperti ini. Warga RT.2 RW.8 pun berharap kegiatan serupa terus dilakukan, terutama menjelang hari besar keagamaan yang rawan gesekan sosial.

Dengan pendekatan humanis seperti sambang desa, Polri di Makassar terus membangun citra positif. Kegiatan di Jalan Sultan Abdullah I menjadi contoh nyata bagaimana kehadiran polisi dapat menciptakan suasana damai dan harmonis di lingkungan masyarakat.


Bhabinkamtibmas Polsek Tallo Koordinasi dengan RT/RW Baru demi Kamtibmas Aman dan Kondusif


Makassar, 3 Januari 2026 – Dalam upaya menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat (kamtibmas) di Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Bhabinkamtibmas Aipda MANSUR menghadiri rapat koordinasi pertama dengan para pejabat terpilih RW dan RT. Kegiatan ini digelar oleh Lurah Tallo bersama Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) pada Jumat (2/1/2026) pukul 16.00 WITA di Kantor Lurah Tallo, Jalan Sultan Abdullah.

Rapat ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan tugas dan fungsi RT/RW yang baru terpilih dalam memberikan pelayanan optimal kepada warga. Sasaran utama adalah seluruh pejabat terpilih RT/RW se-Kelurahan Tallo. Aipda MANSUR, sebagai Bhabinkamtibmas Kelurahan Tallo, memberikan arahan dan koordinasi secara intensif agar situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

“Dalam rapat ini, kami fokus pada perkenalan diri antarpejabat, koordinasi kamtibmas, serta komitmen bersama menjaga keamanan lingkungan,” ujar Aipda MANSUR saat ditemui usai rapat. Ia menekankan pentingnya sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah kelurahan, dan warga melalui RT/RW. “RT/RW adalah garda terdepan dalam mendeteksi dini potensi gangguan kamtibmas, seperti konflik sosial atau kenakalan remaja.”


Rapat dimulai dengan sambutan dari Lurah Tallo yang menyampaikan harapan agar RT/RW baru segera beradaptasi dengan tugas pokoknya. Lurah menjelaskan bahwa pelayanan kepada warga mencakup pengelolaan lingkungan, administrasi kependudukan, hingga penanganan masalah sosial. LPM turut berperan aktif memfasilitasi diskusi agar semua pihak memahami peran masing-masing.

Aipda MANSUR kemudian menyampaikan arahan khusus terkait kamtibmas. Ia mengajak RT/RW untuk rutin melaporkan aktivitas mencurigakan, memantau pergerakan orang asing, dan mendorong kegiatan keagamaan yang aman. “Kita harus menjalin silaturahmi yang baik, bukan hanya saat ada masalah, tapi secara preventif,” tegasnya. Peserta rapat juga diajak berkomitmen bersama menjaga Kelurahan Tallo tetap aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warga.

Suasana rapat berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para RT/RW terpilih menyambut baik arahan tersebut. Beberapa di antaranya berbagi pengalaman masa lalu dalam menangani isu kamtibmas, seperti pengamanan acara keagamaan atau penertiban parkir liar.


Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari Kapolsek Tallo, AKP ASFADA SE, MH. “Tanggapan kami sangat positif. Inisiatif Bhabinkamtibmas Aipda Mansur ini tepat sasaran untuk memperkuat sinergi di tingkat bawah. Dengan koordinasi seperti ini, kamtibmas di Kelurahan Tallo akan semakin mantap,” katanya melalui keterangan tertulis.

AKP ASFADA menambahkan bahwa Polsek Tallo akan terus mendukung program serupa di wilayah lain. “Kami harap RT/RW bisa menjadi mata dan telinga polisi di lapangan. Hasilnya, situasi aman dan kondusif sudah terwujud, seperti tidak adanya insiden signifikan akhir-akhir ini.”


Tujuan rapat berhasil dicapai: perkenalan diri berjalan lancar, koordinasi kamtibmas terjalin kuat, silaturahmi terpupuk, dan komitmen bersama tercipta. Warga Kelurahan Tallo kini merasa lebih tenang karena ada kolaborasi erat antara polisi dan pemerintahan lokal.

Kegiatan ini juga menjadi contoh bagi kelurahan lain di Kecamatan Tallo. Di era digital saat ini, menjaga kamtibmas tidak hanya bergantung pada aparat, tapi partisipasi aktif masyarakat. Dengan demikian, Kelurahan Tallo diharapkan terus menjadi kawasan aman dan berkembang.

Polsek Tallo berkomitmen mendampingi RT/RW dalam setiap kegiatan. “Kami siap hadir kapan saja untuk berdiskusi atau patroli bersama,” pungkas Aipda MANSUR.

Friday, 2 January 2026

Kapolsek Tallo Himbau Warga Bunga Eja Beru Jangan Terprovokasi Hoaks, Kolaborasi Tripika Jaga Kamtibmas




Makassar - Kapolsek Tallo AKP Asfada, SE, MH, bersama Danramil Tallo Mayor Rohmad Agus H, melakukan silaturahmi dengan warga Kelurahan Bunga Eja beru, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Kegiatan pada Jumat (2/1/2026) dihadiri Lurah beserta staf, tokoh RT/RW, dan ratusan warga setempat.

Di balai kelurahan yang ramai, AKP Asfada memperkenalkan diri sebagai kapolsek baru pengganti pendahulunya. “Saya AKP Asfada. Mari kolaborasi dengan tripika—Polri, TNI, pemerintah—untuk selesaikan konflik di Bunga Eja Beru dan tekan gangguan kamtibmas,” tegasnya.

Fokus utama, Kapolsek menghimbau warga segera laporkan tindak pidana ke Polsek Tallo. “Jangan tunggu besar, lapor cepat cegah kejahatan,” ujarnya. Lebih lanjut, ia waspadai hoaks. “Warga Bunga Eja beru jangan gampang terprovokasi berita tak benar. Itu bisa jadi isu perang kelompok, rugikan semua pihak,” himbau AKP Asfada.

Kelurahan ini rawan konflik sosial, Data Polres Makassar catat, 2025 lalu, Tallo alami beberapa kasus hoaks picu kerusuhan. “Hoaks seperti bensin bagi api konflik. Verifikasi dulu sebelum sebarkan,” tambahnya.

Danramil Mayor Rohmad Agus H dukung penuh. “TNI siap kawal sinergi. Keamanan tanggung jawab bersama,” katanya. Lurah Bunga Eja beru apresiasi. “Himbauan ini tepat. Warga kami sering kena imbas berita palsu di medsos,” ungkapnya.

Warga ramai bersorak. Ibu Ramlah, warga RT 03, bilang, “Kami janji lapor polisi kalau ada pidana. Hoaks banyak di WA grup, makasih Pak Kapolsek ingatkan.” Acara tutup doa dan santap siang bersama, ciptakan keakraban.

Diharapkan, silaturahmi ini bentengi Bunga Eja beru dari provokasi. “Polisi dekat rakyat, aman sentausa,” tutup AKP Asfada.